Jodoh adalah Cerminan Diri (?) 2

Selama aku menginjakkan kaki di tanah rantau, aku menemukan fenomena-fenomena yang bermacam-macam dan tidak masuk akal jika aku mengikuti teori yang mereka dengungkan begitu saja tanpa dicerna dan dicermati terlebih dahulu. Karena selama perjalananku itu, aku diperlihatkan sosok seorang istri tokoh masyarakat yang melakukan hal tidak senonoh terhadap laki-laki paruh baya yang bukan mahramnya sepeninggal suaminya, yang konon suaminya sangat disegani oleh penduduk desanya. Ada pula fenomena yang sama, tetapi kali ini suaminya yang melenceng. Di lain tempat, aku menemukan

Lanjutkan membaca

Jodoh adalah Cerminan Diri (?) 1

Ada satu isu yang menarik untuk dibahas dan dikaji serta dikupas secara mendalam. Isu itu sangat kental di tengah-tengah masyarakat yang aku temui. Bahkan, jika aku tidak keliru, isu itu telah menjadi sebuah doktrin turun temurun dari nenek moyangnya. Dan itu adalah isu tentang jodoh sebagai cerminan diri. Sebelum beranjak ke pembahasan itu, perlu dicatat bahwa kita adalah makhluk sosial. Makhluk yang tidak bisa lepas dari keberadaan, keterikatan dan hubungannya dengan makhluk yang lain. Oleh karena itu dibutuhkan unsur-unsur dan

Lanjutkan membaca

Manusia dan Kecerdasannya Terhadap Revolusi Industri

Membahas manusia selalu menjadi topik yang menarik. Berinteraksi dengannya sering kali mengundang tantangan-tantangan baru. Mengamatinya pun menjadi suatu pekerjaan yang penuh kemisteriusan. Meskipun tak dapat dipungkiri, bahwa semua yang berkaitan dengan manusia selalu menjadi pusat perhatian para ilmuwan. Segala bentuk perubahan dari yang kasat mata hingga yang tak kasat mata, tak luput dari fokus mereka. Sekalipun itu berlawanan dengan norma-norma kemanusiaan. Semua itu dilakukan hanya untuk menemukan kemajuan kehidupan dengan memecahkan misteri-misteri yang masih belum terungkap. Ketika membicarakan ihwal manusia,

Lanjutkan membaca

Manusia Hanya Mengejar Keuntungan dan Menjauhi Kerugian

Ketika kehidupan telah ‘menyuguhkan’ beragam fenomena kepada manusia, saat itulah kebesaran hati manusia diuji. Fenomena-fenomena yang dengan atau tanpa sepengetahuan dan persetujuan mereka, terjadi begitu saja sebagai suatu jalan takdir kehidupan. Takdir, yang artinya ketentuan yang pasti dan tak dapat dihindari. Dan manusia, dengan segala kesempurnaannya, melintasi garis waktu yang silih berganti sebagai penyandang predikat khalifah (baca: pemimpin). Itu saja, terkadang masih melupakan kodratnya sebagai makhluk pilihan di muka bumi ini. Bahkan, pada kebanyakan kasus, manusia tak jarang mengedepankan hasrat

Lanjutkan membaca