Sisi ‘Baik’ Bangsa Ini, Bangsa Indonesia

Indonesia memang belum bisa seperti luar negeri yang serba tertata tatanan kehidupannya, Indonesia masih kalah jauh dari negara-negara lain dari banyak aspek, aku kelak ingin tinggal di luar negeri yang jauh lebih baik dari Indonesia ideologi, kultur dan pendidikannya, atau yang lebih parah dari itu, halah! Indonesia mah gak ada apa-apanya! Merdeka saja sudah syukur. Dan lain sebagainya dari ungkapan-ungkapan separatis. Dari kecil aku bingung ketika banyak orang menggerutu dan ‘memaki-maki’ negeri sendiri. Banyak alasannya mereka bertindak seperti itu. Ada

Lanjutkan membaca

Dia yang Tertuduh

Ada sebuah kisah – yang ingin kuceritakan kepada kalian. Pada suatu hari yang tenang dan damai, angin menghembus sepoi-sepoi dan ranting pohon meliuk-liuk mengikuti hembusannya, ada sebuah kejutan yang tak terduga-duga datang kepada seorang lelaki dewasa bernama Richard. Nama yang indah, bukan? Tetapi, saat ini, saat cerita ini dibuat, nasib hidupnya tak seindah namanya. Meskipun begitu, dengan namanyalah dia bisa melanjutkan hidupnya hingga saat ini, saat cerita ini dibuat, penuh dengan keyakinan, ketegaran, kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan. Hari itu, setelah

Lanjutkan membaca

Suatu Hari di Teras Masjid Kompleks

Saat itu, gerimis mengguyur kompleks masjid dari siang hingga malam. Aku duduk di teras depan masjid bersama beberapa warga yang selesai berjamaah. Menikmati suara gerimis yang terdengar berirama. Lembut. Membawa kedamaian dan kesejukan bagi seluruh hati yang sedang kekeringan. Rintik-rintiknya meninggalkan bekas riak di atas genangan-genangan air di lapangan basket depan masjid. Seakan mereka sedang membuat sebuah pola bertumpuk. Terlihat anak-anak yang tengah bermain bergembira ria di bawah guyuran gerimis. Mereka terlihat bahagia. Tertawa. Berlarian. Hingga menyepak genangan air di

Lanjutkan membaca

Perjalanannya Mengenal Tuhan

Malam tadi adalah malam dengan tema obrolan yang berat. Tepat setelah aku selesai shalat magrib dan berzikir, aku sempatkan untuk membaca buku yang aku pinjam dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang berjudul Society without God. Tak selang berapa lama kemudian, datang Mas S, sebut saja begitu, menyapaku, “Bagaimana kabarnya, Mas? Sehat?” Kebiasaan lamanya yang ramah, selalu membuat banyak orang terkesima dengannya. Bahkan, dia yang tujuh tahun lebih tua dariku tetap memanggilku dengan sapaan Mas. Padahal sudah kubilang berkali-kali, panggil aku

Lanjutkan membaca