Suatu Hari di Teras Masjid Kompleks

Saat itu, gerimis mengguyur kompleks masjid dari siang hingga malam. Aku duduk di teras depan masjid bersama beberapa warga yang selesai berjamaah. Menikmati suara gerimis yang terdengar berirama. Lembut. Membawa kedamaian dan kesejukan bagi seluruh hati yang sedang kekeringan. Rintik-rintiknya meninggalkan bekas riak di atas genangan-genangan air di lapangan basket depan masjid. Seakan mereka sedang membuat sebuah pola bertumpuk. Terlihat anak-anak yang tengah bermain bergembira ria di bawah guyuran gerimis. Mereka terlihat bahagia. Tertawa. Berlarian. Hingga menyepak genangan air di

Lanjutkan membaca

Perjalanannya Mengenal Tuhan

Malam tadi adalah malam dengan tema obrolan yang berat. Tepat setelah aku selesai shalat magrib dan berzikir, aku sempatkan untuk membaca buku yang aku pinjam dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang berjudul Society without God. Tak selang berapa lama kemudian, datang Mas S, sebut saja begitu, menyapaku, “Bagaimana kabarnya, Mas? Sehat?” Kebiasaan lamanya yang ramah, selalu membuat banyak orang terkesima dengannya. Bahkan, dia yang tujuh tahun lebih tua dariku tetap memanggilku dengan sapaan Mas. Padahal sudah kubilang berkali-kali, panggil aku

Lanjutkan membaca